Wednesday, September 21, 2011

Benarkah kita boleh berjumpa dengan para Nabi dan Wali2x yang sudah meninggal dunia?

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Di abad ini, ramai yang mendakwa dirinya melakukan pertemuan dengan Nabi2x dan Wali yang sudah meninggal dunia di tempat-tempat tertentu ataupun di waktu-waktu tertentu. Sebagian mendakwa bahawa pada malam maulidur-Rasul, Rasulullah saw datang, oleh kerana itu mereka berdiri menghormati dan menyambutnya. Ada juga yang mendakwa berjumpa dengan wali ketika mereka tidur di kubur mereka untuk mendapatkan keberkahan serta bertawassul dengan mereka agar doanya terkabulkan. Dan ada juga yang sampai-sampai membawa sejumlah makanan kemudian diletakkan tempat tertentu untuk menjamu roh-roh suci tersebut dalam serangkaian acara.

Perlu kita ketahui bahwa ini merupakan kebathilan yang paling besar dan kebodohan yang paling nyata. Rasulullah tidak akan bangkit dari kuburnya sebelum hari kiamat, tidak ber-communicate kepada seorangpun, dan tidak menghadiri perjumpaan-perjumpaan ummatnya, melainkan beliau tetap tinggal di kuburnya sampai datang hari kiamat, sedangkan ruhnya ditempatkan pada tempat paling tinggi (‘illiyyin) di sisi Tuhannya, itulah tempat kemuliaan.

Firman Allah dalam Al-Quran :

Kemudian sesudah itu, sesungguhnya kamu sekalian pasti mati, kemudian sesungguhnya kamu sekalian akan dibangkitkan ( dari kuburmu ) di hari kiamat. Al-Mu’minun 15-16


Rasulullah S.A.W juga pernah bersabda :

Aku adalah orang yang pertama kali dibangkitkan/dibangunkan diantara ahli kubur di hari kiamat, dan aku adalah orang yang pertama kali memberi syafa’at.

Ayat dan hadist di atas serta ayat dan hadist yang lain yang semakna menunjukkan bahwa Nabi Muhammad saw telahpun meninggal dunia sebagaimana manusia yang lainnnya dan tidak akan bangkit kembali kecuali sesudah datang hari kebangkitan. Hal ini sudah merupakan kesepakatan para ulama muslimin, tidak ada pertentangan di antara mereka. Maka wajib bagi setiap individu muslim memperhatikan masalah-masalah orang-orang yang tertipu dengan syaitan serta kumpulannya dari perbuatan-perbuatan bid’ah dan khurafat yang tidak diturunkan oleh Allah kepada kita. Hanya Allah-lah sebaik-baik pelindung bagi kita. Kepada-Nyalah kita berserah diri dan tidak ada kekuatan serta kekuasaan apapun, kecuali kepunyaanya.

Sedangkan ucapan selawat dan salam atas Rasulullah saw adalah sebaik-baik pendekatan diri kepada Allah dan merupakan perbuatan yang baik

Sebagaimana firman Allah dalam Al-Quran :

Sesungguhnya Allah dan Malaikat-malaikat-Nya berselawat atas Nabi dan ucapkanlah salam dengan penghormatan kepadanya.
Al-Ahzab 56

Dan Rasulullah saw juga bersabda :

Barangsiapa mengucapakan selawat kepadaku sekali, maka Allah akan berselawat ( memberi rahmat ) kepadanya sepuluh kali lipat.


KHULASOH

Jadi, siapakah sebenarnya yang terlihat seperti mereka-mereka yang sudah meninggal dunia ini?

Bagi saya ada 3 kemungkinan untuk menjawab pertanyaan diatas..

1. Samaada itu adalah syaitan yang menjelma seperti mereka untuk menyesatkan manusia.
2. Ataupun yang berkata itu adalah PENIPU.
3. Ataupun anda yang mempercayainya adalah orang yang TERTIPU.


Reference : Menjaga Tauhid karya Syekh Abdul Aziz Bin Abdulllah Bin Baz

Wednesday, April 27, 2011

Jom pergi ke Masjid!

HADIST 1

DARI ABU HURAIRAH RA, SESUNGGUHNYA NABI S.A.W BERSABDA :

Barangsiapa yang bersuci di rumahnya kemudian keluar menuju kesalah satu rumah Allah, untuk mengerjakan salah satu dari shalat fardhuain, maka langkah-langkahnya itu akan menghapus 1 dosa, dan diangkat baginya 1 derajat untuk langkah yang lain pula.
( Riwayat Muslim )

Syarh….

Ketahuilah, Allah menyampaikan kabar gembira sekali lagi untuk makhluk-Nya tentang kepentingan pergi ke masjid untuk menunaikan shalat fardhu 5 waktu.

Jika seseorang itu bersuci di rumahnya kemudian keluar menuju ke masjid dengan niat untuk shalat fardhu di dalamnya, maka Allah mengangkat baginya satu derajat untuk langkah pertama dan menghapus 1 dosanya bagi langkah kedua.Dan begitulah seterusnya manusia itu diangkat derajatnya dan dihapus dosanya sebanyak langkahan kaki manusia tersebut sehingga sampai ke masjid.( Subhannallah )..

Bererti semakin jauh rumah/wihdah kita dari masjid yang dituju, semakin besar pula pahala yang kita dapat dan semakin banyak dosa kita yang terhapuskan dengan izin Allah S.W.T. Dan ini dapat dibuktikan dengan hadist RasulullahS.A.W dari Ubai bin Ka’ab yang diriwayatkanoleh Imam Muslim. Oleh itu kawan, di Kota Suci Rasullullah ini, marilah kita bersama menanam benih-benih kebaikan untuk dituai kelak tatkala ruh kita semua kembali kepada-Nya

Wassalamu’alaikumWr. Wb

Monday, October 4, 2010

Message 4 us....

Artikel ini lahir setelah penulis membaca sebuah tulisan yang dibuat oleh sahabat penulis tentang garis kehidupan yang sedang ditempuhinya tika ini. Entah itu benar atau tidak, penulis tidak tahu. Apapun, penulis berharap, artikel ini, setidaknya mampu merubah sudut pandang sahabat baik penulis menjadi lebih bahagia dalam kehidupannya mendatang.

Sebagai pembuka cerita, sahabat penulis ini ingin kembali ke waktu lalu. Kembali merasakan indahnya persahabatan yang dibangun atas nilai2 keikhlasan. Ketika itu, ramai sahabat yang mendatanginya untuk berbual mesra dan begitu juga sebaliknya.

Hanya saja, saat ini, detik ini, waktu ini, bahkan mungkin hari ini, suasana berputar 360 darjah. Dalam erti kata, dirinya dipulaukan, ramai sahabatnya mula menjauhkan diri daripadanya dan kalau ini berterusan, boleh jadi sahabat baiknya pun akan meninggalkan dirinya.

The Question is “ How this kind, can happen ? “

Macam mane perkara ini boleh terjadiiiiiiiiiiii ??? ( arrgh ) – mungkin ini reaksi shbt penulis. Hehehe

Kenape pertanyaan yang tertulis di atas selalu saja membayangi hidup manusia saat ini. Seakan dunia seluruhnya meninggalkan kita sendirian. Kita berdiri ditengah-tengah keramaian tetapi terpaku seakan patung tak dihiraukan. Kenapa dan mengapa ini boleh terjadi?..........

Sahabat….

Ketahuilah, dunia ini penuh dengan warna-warna yang berbeza. Warna saya, dgn warna anda berbeza. Dan begitu juga dengan warna sahabat2 kita yang lain…. Setiap insane memiliki sifat2 yang tidak dapat disatukan dengan serta merta. Perlu masa, waktu bahkan pengorbanan untuk menyatukan perasaan hati kita dengan suasana hati kawan2 kita yang lain.

Sahabat…

Fikirkanlah, berapa banyak dalam keseharian kita minta dipahami daripada memahami isi hati kawan2 kita. Berapa kali kita selalu berkata “ Engkau tu, jahat, tak faham ape orang tengah buat, sikit2 nak kacau aku je ?” daripada berkata “ Ape yang aku boleh tolong kawan ? Nampak macam kau tengah susah hati je sampai selalu kacau aku .. “

Ataupun mungkin kita selalu berkata “ Woi, kau tak Nampak ke, aku tengah sibuk ni ? “ . Daripada berkata “ kawan, sori, aku tengah buzy ni, kejap lagi aku layan kau ”….

Itulah analogi perbezaan antara memahami dan dipahami… Seseorang yang selalu saja minta dipahami terkadang lebih tidak disukai daripada orang yang dapat memahami orang lain. Meskipun, tatkala kita memahami orang lain, kita merasa kecewa dengan perbuatan dia. Tapi, dengan pengorbanan itu semua, kelak, orang yang dapat kita fahami itu akan bertambah dekat dengan kita, sehingga secara tidak langsung kita dapat menasihatkan perbuatan mereka yang mungkin tidak sesuai di hati kita…

Manusia yang selalu memahami kekurangan orang lain, akan menimbulkan rasa persahabatan yang lebih akrab kerana dia tahu bahwa di dunia ini tidak ada yang sempurna. Kesempurnaan hanyalah milik Allah S.W.T semata.

Sehingga apapun yang dilakukan oleh sahabatnya, meskipun perbuatan itu melukai hatinya, dia berusaha bersabar dan berusaha memahami kenapa sahabatnya sanggup melakukan itu? Kelak, percaya atau tidak.. Kedamaian dan Ketenangan lah yang kita dapatkan tatkala kita mampu memahami orang lain.

Rasullullah S.A.W tidak pernah membalas perbuatan yang dilakukan oleh kaum musyrikin suatu masa dahulu. Tika itu, Beliau dilempar kotoran manusia, di hina, di pulaukan, di pijak2, dan bahkan dilempar oleh batu2 ke arahnya saat Baginda berdakwah di Perkampungan Kaum TAIF. Sampai2, Malaikat Jibril menawarkan khidmatnya untuk menjahanamkan kampong Kaum Taif itu dengan kekuatannya.

Tahukan anda apa jawapan Baginda ? Innahum Qauman La ya’lamuu Sesungguhnya mereka adalah kaum yang tidak tahu… ( akan agama Allah- Islam ). Betapa mulianya hati baginda memahami perbuatan mereka yang terkutuk itu.. Betapa bersihnya hati Baginda untuk tidak minta dipahami… Kalau saja Nabi Muhammad minta di pahami, Boleh jadi, Kaum Taif akan mendapatkan nasib yang sama seperti kaum Ad dan Tsamud yang hilang ditelan bumi..

Kerana pemahaman Rasullullah S.A.W itu. Akhirnya, saat Islam sudah bercahaya di madinah dan Mekkah, kaum Taif lah termasuk yang membantu Baginda di dalam menyebarkan islam.

Maka dari itu, renung dan renungkanlah, seberapa banyak dalam diri kita lebih minta dipahami daripada memahami orang lain…
 

www.luthfi679.blogspot.com